1. suatu konsep yang menyatakan bahwa koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang yang mempunyai persamaan kepentingan dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya adalah:
b. konsep koperasi barat
2. di bawah ini adalah dampak tidak langsung dari koperasi terhadap anggotanya, kecuali:
a. pengembangan usaha koperasi dalam hal investasi, inovasi dan pengembanngan SDM
3. aliran koperasi sangat dipengaruhi dari sistem perekonomian yang dianut oleh negara tertentu. sistem ekonomi liberal biasanya aliran koperasi yang dijalankan adalah:
c. aliran yardstick
4. hubungan dengan pemerintah, koperasi merupakan bawahan dari pemerintah. jadi koperasi tidak punya otonomi. pernyataan ini sesuai dengan:
c. aliran commonwealth
5. koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong, merupakan definisi koperasi dari:
c. menurut Mohammah Hatta
6. di bawah ini adalah unsur-unsur koperasi yang tercantum dalam UU No. 32 Tahun 1992, kecuali:
a. aktivitas koperasi bertujuan ekonomi
7. koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 45. pernyataan tersebut tercantum dalam:
a. UU No. 25 Tahun 1992 pasal 3
8. di bawah ini adalah fungsi koperasi Indonesia yang tercantum dalam UU No. 25 tahun 1992 pasal 4 adalah, kecuali:
b. sebagai wahana untuk mewujudkan kepemilikan kolektif sarana produksi dan untuk mencapai tujuan sosial politik
9. yang membedakan prinsip-prinsip koperasi yang tertuang dalam UU No. 12 tahun 1967 dengan UU No. 25 tahun 1992 adalah:
c. kerjasama antarkoperasi
10. rapat anggota merupakan suatu wadah dari para anggota koperasi. rapat anggota tercantum dalam:
a. UU No. 25 tahun 1992 pasal 22
11. sesuai dengan UU Perekonomian Rapat Anggota dilakukan untuk kegiatan di bawah ini, kecuali:
b. mengangkat dan memberhentikan pengelola
12. dibawah ini adalah bukan menjadi alasan pemerintah membubarkan koperasi adalah:
c. keuntungan dan modal koperasi kecil
13. apabila pemerintah berkeputusan membubarkan koperasi harus diumumkan lewat:
d. berita negara Republik Indonesia
14. untuk kepentingan kreditur dan para anggota koperasi, terhadap pembubaran koperasi dilakukan penyelesaian sehingga ditunjuk seorang penyelesai yang ditunjuk oleh:
b. rapat anggota
15. dalam menghitung besarnya sisa hasil usaha masing-masing anggota, jasa anggota dibedakan menjadi:
d. jasa usaha anggota dan jasa usaha bukan anggota
16. pembubaran koperasi dapat dilakukan berdasarkan keputusan rapat anggota dan keputusan pemerintah. hal ini tercantum dalam:
d. UU No. 25 tahun 1992 pasal 46
17. sesuai UU No. 25 tahun 1992 pasal 29 bahwa masa jabatan pengurus paling lama:
d. 5 tahun
18. sesuai dengan Undang-Undang perkoperasian modal dibedakan menjadi:
a. modal sendiri dan modal pinjaman
19. tujuan koperasi adalah menyangkut efisiensi atau lebih dikenal dengan meminimumkan biaya. tujuan ini sangat dipengaruhi dari total cost yang sangat tergantung:
b. teknologi dan sumber daya yang digunakan
20. untuk koperasi primer dan koperasi sekunder yang wilayah operasinya lebih dari dua daerah tingkat II, maka proses pembentukan koperasi harus dikirim ke:
d. benar semua
essay
21. Jenis-jenis Konsep Koperasi :
Konsep Koperasi Barat merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi. Adapun unsur-unsur positif dalam Konsep Koperasi Barat antara lain :
- Keinginan individu dapat dipuaskan dengan cara bekerjasama antarsesama anggota, dg saling membantu dan saling menguntungkan
- Setiap individu dg tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung risiko bersama
- Hasil berupa surplus/keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati
- Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan sebagai cadangan koperasi
Konsep Koperasi Sosialis adalah koperasi yang direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah yang memiliki tujuan merasionalkan produksi untuk menunjang perencanaan nasional. Dan menurut konsepnya, koperasi ini tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan sistem sosialis-komunis.
Konsep Koperasi Negara Berkembang adalah koperasi yang sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya
22. Diketahui laporan pertanggung jawaban pengurus Koperasi “Ahimsa” tahun 2005 adalah sebagai berikut :
modal sendiri: 674.800.000
a. simpanan anggota:125.800.000
b. donasi: 226.000.000
c. cadangan: 323.000.000
SHU kotor: 250.000.000
total biaya: 125.500.000
SHU setelah pajak: 124.500.000
volume usaha: 579.950.000
jumlah anggota: 125
Selain itu diperoleh data simpanan anggota dan volume usaha per anggota adalah sebagai berikut :
1. ahimsa
jumlah simpanan: 2.750.000
volume usaha: 25.250.000
2. annisa
jumlah simpanan: 3.250.000
volume usaha: 20.575.000
3. rizky
jumlah simpanan: 2.250.000
volume usaha: 15.750.000
Jawab:
Cadangan = 323.000
Simpanan Anggota (Sa) :
1. Ahimsa = 2.750
2. Annisa = 3.250
3. Rizky = 2.250
Total Modal Simpanan (TMS) = 125.800
Volume Usaha Anggota (Va) :
1. Ahimsa = 25.250
2. Annisa = 20.575
3. Rizky = 15.750
Total Volume Usaha Anggota (TVA) = 579.950
Jasa Usaha Anggota (JUA)
= 75% x 323.00
= 242.250
Jasa Modal Anggota (JMA)
= 25% x 323.000
= 80.750
a) SHU Usaha Ahimsa
= Va / TVA (JUA)
= 25.250 / 579.950 (242.250)
= 10.547,138
SHU Modal Ahimsa
= Sa / TMS (JMA)
= 2.750 / 125.800 (80.750)
= 1.765,203
SHU Ahimsa
= 10.547,138 + 1.765,203 (1000)
= 12.312.341
b) SHU Usaha Annisa
= Va / TVA (JUA)
= 20.575 / 579.950 (242.250)
= 8.594,351
SHU Modal Annisa
= Sa / TMS (JMA)
= 3.250 / 125.800 (80.750)
= 2.086,149
SHU Annisa
= 8.594,351 + 2.086,149 (1000)
= 10.680.500
c) SHU Usaha Rizky
= Va / TVA (JUA)
= 15.750/ 579.950 (242.250)
= 6.578,908
SHU Modal Rizky
= Sa / TMS (JMA)
= 2.250 / 125.800 (80.750)
= 1.444,257
SHU Rizky
= 6.578,908 + 1.444,257 (1000)
= 8.023.165
Selasa, 05 Januari 2010
ekonomi koperasi
Diposting oleh nike miharja di 12.33 0 komentar
Rabu, 09 Desember 2009
kompensasi
Kompensasi adalah proses penentuan membayar biaya-efektif struktur yang dirancang untuk menarik dan mempertahankan karyawan yang memiliki kinerja yang baik.
Bagi karyawan yang kinerjanya baik dan bekerja keras, kompensasi yang diberikan berupa insentif.
faktor-faktor yang menentukan besarnya tingkat kompensasi:
1. masa kerja karyawan dan kinerja
2. profitabilitas perusahaan
3. pekerjaan jenis perusahaan
4. jenis bisnis
5. Unionization
6. kerja atau padat modal
7. filosofi manajemen
8. lokasi geografis
9. ukuran perusahaan
Kompensasi tidak sekedar hanya dalam bentuk bentuk finansial saja. Bentuk finansial langsung berupa upah,gaji, komisi, dan bonus. Sementara yang tidak langsung berupa asuransi, bantuan sosial, uang cuti, uang pensiun, pelatihan, dan sebagainya. Selain itu bentuk bukan finansial berupa unsur-unsur jenis pekerjaan dan lingkungan pekerjaan. Bentuk unsur pekerjaan meliputi tanggung jawab, perhatian dan penghargaan dari pimpinan, sementara bentuk lingkungan pekerjaan berupa kenyamanan kondisi kerja, distribusi pembagian kerja, dan kebijakan perusahaan.
Keterkaitan kompensasi dengan kinerja karyawan sangatlah siginifikan. Semakin tinggi kompensasi semakin tinggi tingkat kepuasan kerja karyawan; ceteris paribus. Derajat kepuasan yang semakin tinggi akan semakin meningkatkan motivasi karyawan dalam meraih kinerja yang tinggi. Jika dikelola dengan baik, kompensasi membantu perusahaan untuk mencapai tujuan dalam memperoleh, memelihara, dan menjaga karyawan dengan optimum. Sebaliknya tanpa kompensasi yang cukup, karyawan yang ada tidak saja mengekspresikan diri mereka dalam bentuk protes keras dan mogok kerja, tetapi juga sangat mungkin meninggalkan perusahaan.
Diposting oleh nike miharja di 14.04 0 komentar
penilaian kinerja
Penilaian kinerja adalah integrasi dari praktek manajemen yang meliputi peninjauan kinerja karyawan, termasuk menetapkan standar kinerja dan mengkaji kinerja karyawan, dimaksudkan untuk memastikan tujuan organisasi sedang dipenuhi.
metode penilaian kinerja:
1. Menulis essay
2. Insiden kritis
3. Skala nilai grafis
4. BARS
5. multiperson
6. MBO
7. 360o peninjauan
Setelah dilakukan peninjauan kinerja, dilihat hasilnya, jika kinerja dianggap kurang memuaskan atau dianggap gagal, maka dapat dilakukan langkah-langkah berikut ini:
1. melakukan pelatihan
2. menerapkan disiplin
3. coach
4. mengeluarkan karyawan yang kinerjanya dinilai tidak memuaskan
Diposting oleh nike miharja di 14.01 0 komentar
Kamis, 19 November 2009
WAWANCARA
Bagi perusahaan, wawancara kerja merupakan salah satu cara untuk
menemukan kecocokan antara karakteristik pelamar dengan dengan
persyaratan jabatan yang harus dimiliki pelamar tersebut untuk
memegang jabatan / pekerjaan yang ditawarkan. Secara umum tujuan dari
wawancara kerja adalah:
· Untuk mengetahui kepribadian pelamar
· Mencari informasi relevan yang dituntut dalam persyaratan jabatan
· Mendapatkan informasi tambahan yang diperlukan bagi jabatan dan
perusahaan
. Membantu perusahaan untuk mengidentifikasi pelamar-pelamar yang layak
untuk diberikan penawaran kerja.
Teknik Wawancara Kerja
Dua teknik wawancara yang biasa dipergunakan perusahaan dalam
melakukan wawancara kerja adalah wawancara kerja tradisional dan
wawancara kerja behavioral. Dalam prakteknya perusahaan seringkali
mengkombinasikan kedua teknik ini untuk memperoleh data yang lebih
akurat.
·Wawancara kerja tradisional menggunakan pertanyaan-pertanyaan
terbuka seperti "mengapa anda ingin bekerja di perusahaan ini",
dan "apa kelebihan dan kekurangan anda". Kesuksesan atau kegagalan
dalam wawancara tradisional akan sangat tergantung pada kemampuan si
pelamar dalam berkomunikasi menjawab pertanyaan-pertanyaan, daripada
kebenaran atau isi dari jawaban yang diberikan. Selain itu pertanyaan-
pertanyaan yang diajukan lebih banyak bersifat mengklarifikasikan apa
yang ditulis dalam surat lamaran dan CV pelamar. Dalam wawancara
kerja tradisional, recruiter biasanya ingin menemukan jawaban atas 3
(tiga) pertanyaan: apakah si pelamar memiliki pengetahuan,
ketrampilan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan, apakah si
pelamar memiliki antusias dan etika kerja yang sesuai dengan harapan
recruiter, dan apakah si pelamar akan bisa bekerja dalam team dan
memiliki kepribadian yang sesuai dengan budaya perusahaan.
Wawancara kerja behavioral didasarkan pada teori bahwa "performance"
(kinerja) di masa lalu merupakan indikator terbaik untuk meramalkan
perilaku pelamar di masa mendatang). Wawancara kerja dengan teknik
ini sangat sering digunakan untuk merekrut karyawan pada level
managerial atau oleh perusahaan yang dalam operasionalnya sangat
mengutamakan masalah-masalah kepribadian. Wawancara kerja behavioral
dimaksudkan untuk mengetahui respon pelamar terhadap suatu kondisi
atau situasi tertentu sehingga pewawancara dapat melihat bagaimana
pelamar memandang suatu tantangan/permasalahan dan menemukan
solusinya. Pertanyaan-pertanyaan yang biasanya diajukan antara
lain: "coba anda ceritakan pengalaman anda ketika gagal mencapai
target yang ditetapkan", dan "berikan beberapa contoh tentang hal-hal
apa yang anda lakukan ketika anda dipercaya menangani beberapa proyek
sekaligus". Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut si pelamar
perlu mempersiapkan diri untuk mengingat kembali situasi, tindakan
dan hasil yang terjadi pada saat yang lalu. Selain itu, sangat
penting bagi pelamar untuk memancing pertanyaan-pertanyaan lebih
lanjut dari pewawancara agar dapat menjelaskan secara rinci gambaran
situasi yang dihadapinya. Untuk itu diperlukan ketrampilan
berkomunikasi yang baik dari si pelamar. Keberhasilan atau kegagalan
dalam wawancara ini sangat tergantung pada kemampuan pelamar dalam
menggambarkan situasi yang berhubungan dengan pertanyaan pewawancara
secara rinci dan terfokus. Dalam wawancara kerja behavioral, si
pelamar harus dapat menyusun jawaban yang mencakup 4 (empat) hal:
(1) menggambarkan situasi yang terjadi saat itu, (2) menjelaskan
tindakan-tindakan yang diambil untuk merespon situasi yang terjadi,
(3) menceritakan hasil yang dicapai, dan (4) apa hikmah yang dipetik
dari kejadian tersebut (apa yang dipelajari).
Jenis Wawancara Kerja
Dalam dunia kerja, dikenal beberapa tipe wawancara kerja sebagai
berikut:
Wawancara Seleksi (Screening Interview). Jika pelamar atau kandidat
untuk menduduki jabatan berjumlah lebih dari satu orang maka
dilakukan wawancara kerja untuk menyeleksi siapa diantara kandidat
tersebut merupakan kandidat yang paling qualified sehingga bisa
dilanjutkan ke tahap seleksi berikutnya. Wawancara seleksi biasanya
berlangsung singkat antara 15 – 30 menit.
· Wawancara Telepon (Telephone Interview). Demi menghemat biaya
dan efisiensi waktu, banyak recruiter yang melakukan wawancara kerja
melalui telepon. Oleh sebab itu, pelamar harus siap dihubungi sewaktu-
waktu, sebab seringkali recruiter tidak memberikan pilihan bagi
pelamar untuk menentukan waktu kapan ia siap diwawancarai melalui
telepon.
· Wawancara di Kampus / Sekolah (On-Campus Interview) . Meskipun
tidak banyak perusahaan yang melakukan wawancara kerja di kampus,
namun untuk perusahaan-perusahaan tertentu yang mencari para lulusan
untuk dilatih lebih lanjut, cara ini dinilai sangat efektif karena
memberikan akses bagi perusahaan tersebut untuk mendapatkan kandidat
terbaik yang mungkin sangat sulit diperoleh jika menunggu para
kandidat tersebut datang melamar.
· Wawancara di Pameran Kerja (Job Fair Interview). Pameran
kerja diadakan untuk menjembatani perusahaan dengan para pencari
kerja. Pada pameran kerja biasanya, perusahaan memberikan berbagai
informasi mengenai perusahaannya, menerima surat lamaran dan CV dari
pengunjung (pencari kerja), bahkan tidak jarang para recruiter
langsung melakukan wawancara di stand (booth) mereka. Di Indonesia
memang pameran seperti ini masih sangat jarang dilaksanakan jika
dibandingkan dengan pameran otomotif, rumah maupun furniture.
Wawancara di Lokasi Kerja (On-Site Interview). Ketika seorang
kandidat telah lolos dalam tahap wawancara seleksi, seringkali
perusahaan mengundang kandidat tersebut untuk melihat secara langsung
lokasi kerja. Pada kesempatan tersebut recruiter biasanya langsung
melakukan wawancara secara mendalam. Bagi pelamar yang belum memiliki
pengalaman kerja pada lokasi yang lingkungannya kurang lebih sama,
wawancara kerja di lokasi mungkin bisa terasa menakutkan karena
mungkin harus melakukan perjalanan dan berada di wilayah yang tidak
ia kenal.
· Wawancara Kelompok (Panel or Group Interview). Wawancara
kelompok adalah suatu jenis wawancara kerja dimana para pewawancara
(recruiter) terdiri dari 2 (dua) orang atau lebih. Biasanya wawancara
jenis ini dilakukan jika perusahaan memandang bahwa pelamar sudah
hampir memenuhi syarat untuk diterima bekerja. Biasanya para penanya
dalam wawancara inilah yang memiliki wewenang untuk memutuskan apakah
pelamar akan diterima bekerja atau tidak.
Wawancara Kasus (Case Interview). Wawancara kerja jenis ini
menekankan pada kemampuan analisis dan pemecahan masalah terhadap
suatu kasus tertentu. Biasanya dalam wawancara kasus, pelamar diminta
untuk berperan sebagai pemegang jabatan yang ditawarkan, lalu
diberikan sebuah kasus untuk dicarikan solusinya.
Sebagai calon karyawan yang diwawancara, anda harus mempunyai 7P, yaitu:
Diposting oleh nike miharja di 21.44 0 komentar
Jumat, 06 November 2009
Potensi Kekayaan Laut Indonesia Capai 149,94$
Indonesia adalah negara kepulauan diapit oleh dua samudera, yaitu samudera hindia dan samudera pasifik. Indonesia memiliki lebih kurang 17.000 buah pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2.
Dengan luas perairan yang sangat luas, tentu saja Indonesia memiliki potensi kekayaan yang besar di bidang perairan.
potensi dan kekayaan laut Indonesia yang telah dihitung para pakar dan lembaga terkait dalam setahun diperkirakan mencapai 149,94 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.499,4 triliun. kekayaan laut tersebut meliputi perikanan senilai 31,94 miliar dollar AS, wilayah pesisir lestari 56 miliar dollar AS, bioteknologi laut total 40 miliar dollar AS, wisata bahari 2 miliar dollar AS, minyak bumi sebesar 6,64 miliar dollar AS dan transportasi laut sebesar 20 miliar dollar AS.
Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi di bidang kelautan, namun diperlukan kebijakan publik di bidang kelautan agar kelestarian laut tetap terjaga dan tidak merusak lingkungan di sekitarnya.
Diposting oleh nike miharja di 21.30 0 komentar